![]() |
[Foto : Lembaga Perlindungan Konsumen BARATA Di Kantor Unit PLN Wilayah Pasuruan] |
Kedatangan kami hari ini atas aduan masyarakat kepada kami yang mana seringkali mengeluhkan padam atau turunnya daya arus listrik para pelanggan PLN.
"Sering kali terjadi pemadaman di beberapa wilayah di Pasuruan. Apakah sistemnya yang bermasalah atau human error," terang irfan
Atas dasar banyaknya aduan masyarakat itu kami menilai adanya potensi bahaya akibat pemadaman secara mendadak yang dapat menimbul tingkat seperti risiko korsleting dan bisa memicu kebakaran.
"Setahu saya, hampir semua pelanggan PLN di Pasuruan sudah menggunakan listrik prabayar dan jarang ada yang menunggak. Karena itu, kami meminta penjelasan langsung dan secara detailnya kepada pihak yang mempunyai kebijakan (PLN kota Pasuruan), dan atas hal ini kami menilai pelanggan sangat dirugikan maka pihak PLN harus memberikan ganti rugi kepada para konsumen akibat seringnya pemadaman," ungkap irfan
Irfan menambahkan, saat kami singgung soal ganti rugi pihak PLN masih mempelajari dulu dan akan berkordinasi dgn bagian hukum. Tungkasnya
Sementara, menanggapi akan keluhan itu, Jainuddin pihak UP3 PLN Pasuruan menyampaikan bahwa pemadaman terjadi akibat kendala pada mesin pembangkit, hal ini karena ada kegiatan PLN pada pembenahan beberapa jaringan yang memang membutuhkan pemadaman.
"Pelayanan PLN sebagai layanan publik selalu kita tingkatkan, seperti halnya kita merekonvigurasi jaringan. Banyak jalur mencakup semua wilayah." Kata Jainuddin
Di depan puluhan anggota audiens dari LPK-BARATA, Jainuddin juga menyampaikan pemadaman kadang terjadi karena ada pembangunan jaringan tambahan atau baru.
Seperti permintaan Rumah sakit, yang awalnya hanya 1 jaringan saja, namun karena ada penambahan alat alat medis yang membutuhkan tambahan daya, maka otomatis ditambah hingga ada dua jalur.
"Dengan adanya penambahan itulah kita bangun jaringan baru, dimana pada pembangunanya dibutuhkan pemadaman, sehingga listrik kita padamkan sementara sesuai waktu-waktu yang sudah kita umumkan terlebih dahulu jadwal penadamanya." Pungkas Jainuddin.
(Rachmat)
View
0 Komentar