![]() |
[Foto : Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Saat Panen Raya Di Desa Sirnoboyo] |
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran secara simbolis melakukan panen menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) combine harvester serta menyaksikan transaksi penjualan gabah dari petani kepada Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp 6.000 per kilogram.
"Biasanya harga gabah hanya Rp 6.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 6.500. Ini adalah hasil dari arahan Presiden untuk meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung keberlanjutan usaha pertanian. Negara harus hadir untuk memastikan semua pihak, mulai dari petani hingga konsumen, dapat merasakan manfaatnya," ujar Mentan Amran.
Dalam pidatonya, Mentan Amran juga menyoroti kondisi ketahanan pangan global, terutama di negara-negara seperti Malaysia, Filipina, dan Jepang yang tengah menghadapi lonjakan harga beras akibat krisis pangan.
"Saat ini, harga beras di Jepang hampir menyentuh Rp 86 ribu per kilogram dan berpotensi naik hingga Rp 100 ribu. Indonesia harus bersyukur karena mampu meningkatkan produktivitas dan menjaga stabilitas harga pangan. Keberhasilan ini berkat kerja sama antara pemerintah dan para petani. Mari kita terus perkuat sinergi demi ketahanan pangan nasional," ungkapnya.
Mentan Amran secara khusus mengapresiasi hasil panen di Kabupaten Gresik yang menunjukkan produktivitas luar biasa, mencapai 8-9 ton gabah kering panen per hektare.
"Kabupaten Gresik layak menjadi contoh bagi daerah lain. Produktivitasnya tinggi, serapan hasil panennya optimal, dan petani bisa menikmati harga yang lebih baik. Ini adalah bentuk keberhasilan program pertanian yang harus terus kita dorong," tambahnya.
Dengan meningkatnya produktivitas dan harga yang lebih baik, harapan besar terletak pada keberlanjutan sektor pertanian yang semakin maju dan berdaya saing. Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung petani melalui kebijakan yang berpihak kepada mereka, termasuk peningkatan teknologi pertanian dan akses pasar yang lebih luas.
Panen raya ini bukan hanya menjadi simbol keberhasilan pertanian di Gresik, tetapi juga bukti nyata bahwa sektor pertanian Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan global dengan optimisme.
(Yan/ul)
View
0 Komentar