Kades Sekarputih Di Nilai Lamban Tangani Banjir Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Utama sebagai Bentuk Protes

[Foto : Warga Dusun Bendo Desa Sekarputih Tanam Pohon pisang Di Jalan utama yang Rusak Parah]
Pasuruan | Jurnaljawapes.com – Warga Dusun Bendo, Desa Sekar Putih, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di jalan utama. Langkah ini mereka ambil karena tidak adanya solusi konkret dari pemerintah desa terhadap banjir yang terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Krajan. Akibatnya, jalan utama yang menghubungkan Bajangan ke Sekar Putih serta beberapa dusun lainnya seperti Karang Pandan, Rangge, dan Triwung Rangge terendam air dan rusak parah.

Menurut Afandi, Ketua RT 01 RW 03 Dusun Bendo, genangan banjir semakin meluas dan mengancam permukiman warga. Jika tidak segera ditanggulangi, banjir ini berpotensi merusak akses jalan utama yang sangat vital bagi aktivitas warga sehari-hari.

“Kami sudah berusaha berkomunikasi dengan pemerintah desa, tetapi tampaknya ada miskomunikasi. Respons dari Kepala Desa Sekar Putih, Kholifah, dan perangkat desa lainnya sangat lamban. Kami akhirnya melakukan aksi simbolis dengan menanam pohon pisang di jalan yang tergenang sebagai bentuk kekecewaan karena tidak adanya solusi yang diberikan,” tegas Afandi.Kamis (03/04/2025)

Menurutnya, kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Bahkan, sudah ada pengguna jalan yang tergelincir akibat jalan licin dan berlumpur. Untuk sementara waktu, warga mengalihkan arus lalu lintas melalui jalan lapangan demi menghindari potensi kecelakaan lebih lanjut.

Ironisnya, alih-alih memberikan solusi cepat, Kades Kholifah justru meminta warga untuk mencabut pohon pisang yang ditanam sebagai aksi protes. Hal ini semakin menambah kekecewaan warga terhadap lambannya respons pemerintah desa dalam menangani masalah yang jelas berdampak besar terhadap kehidupan mereka.

Sementara itu, Hasan, Ketua RT di Sekar Putih, menyampaikan bahwa Sekretaris Desa (Sekdes) telah berkoordinasi dengan Kades Kholifah dan berencana mendatangkan alat berat (bego) untuk menangani banjir. Namun, hingga berita ini dipublikasikan, Kades Kholifah masih belum memberikan keterangan resmi terkait langkah konkret yang akan diambil.

Warga berharap pemerintah desa segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki tanggul yang jebol dan mencegah banjir lebih lanjut. Jika tidak, mereka khawatir kondisi akan semakin parah dan merugikan lebih banyak warga.

(Hamim)

Baca Juga

View

Posting Komentar

4 Komentar

  1. Sudah saatnya cari pemimpin yang bisa mindah sungai sekarputih

    BalasHapus
  2. Ganti pemimpin dan sekdesnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemerintah desa hnya kades dan sekdes ta?

      Hapus
  3. Kesejahteraan warga di tingkatkan

    BalasHapus

Pujo Asmoro

Pimprus Media Jurnal Jawapes. WA: 082234252450

Countact Pengaduan