Kupat Kethek Khas Giri Gresik Cita Rasa Unik Ketupat Ketan dari Air Sumur Legendaris

[Foto : Anisa Pembuat dan penjual Kupat Kethek Di Area Wisata Makam Sunan Giri]
Gresik | Jurnaljawapes.com – Di balik kelezatan kuliner tradisional Indonesia, selalu ada kisah dan keunikan yang menambah nilai budaya dari setiap sajian. Salah satunya adalah Kupat Kethek, kuliner khas Giri, Gresik, Jawa Timur, yang menawarkan sensasi rasa berbeda dari ketupat pada umumnya.

Berbeda dengan ketupat biasa yang terbuat dari beras dan dibungkus janur (daun kelapa muda), Kupat Kethek menggunakan ketan sebagai bahan dasar, dan dibungkus dengan daun gebang—sejenis daun palma seperti lontar yang memberikan aroma serta rasa khas.

Nama “Kupat Kethek” berasal dari sumber air yang digunakan dalam proses pembuatannya, yaitu Sumur Kethek, sebuah sumur legendaris yang berada di kawasan makam Sunan Giri, Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik. Air dari sumur ini diyakini memiliki kualitas yang berbeda dan memberi cita rasa khas pada ketupat ketan tersebut.

Anisa, salah satu pembuat sekaligus penjual Kupat Kethek, menuturkan bahwa resep turun-temurun ini telah ia tekuni selama lebih dari dua dekade. Ia menyebutkan bahwa selain menggunakan ketan, racikan kelapa parut dan gula jawa turut memperkaya rasa gurih dan manis yang lembut, ditambah tekstur ketan yang kenyal.

“Yang paling penting dalam pembuatan Kupat Kethek ini adalah penggunaan air dari Sumur Kethek. Kalau pakai air biasa, rasanya tidak akan seenak ini,” ujarnya, Jumat (04/04/2025).

Sensasi rasa asin alami juga muncul dari daun gebang sebagai pembungkus, yang katanya memiliki karakteristik lebih ‘gurih’ dibanding janur. Uniknya, daun gebang yang digunakan harus didatangkan langsung dari Mojokerto, yang menambah kompleksitas dalam proses produksi.

“Proses pengukusannya saja butuh waktu empat jam. Saya harus benar-benar memperhitungkan produksi setiap harinya. Biasanya saya buat 300 biji per hari, untuk memenuhi pesanan maupun dijual langsung,” tambah Anisa.

Dengan harga yang sangat terjangkau, hanya Rp 2.500 per biji, Kupat Kethek menjadi sajian favorit para peziarah yang datang ke makam Sunan Giri, sekaligus menjadi warisan kuliner lokal yang patut dilestarikan.

(Yan/ul)

Baca Juga

View

Posting Komentar

0 Komentar

Pujo Asmoro

Pimprus Media Jurnal Jawapes. WA: 082234252450

Countact Pengaduan