![]() |
[Foto : Foto Bersama Kepala Desa Gedangkulut Bersama Kepala Dusun Sawahan , Ketua BPD,Ketua Panitia, Perangkat Desa] |
Dengan penuh semangat dan antusiasme, warga Dusun Sawahan berbondong-bondong membawa ancak yang berisi aneka hasil bumi. Warna-warni hiasan, iring-iringan warga, serta aroma wangi makanan tradisional menjadi penanda betapa kentalnya nilai gotong royong dan tradisi leluhur dalam acara ini.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Gedangkulut, H Much Sya'roni, mengungkapkan rasa bangga dan harunya atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar dan meriah.
“Atas nama Pemerintah Desa, saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Dusun, Ketua RT, RW, dan seluruh panitia serta warga Dusun Sawahan. Ini bukan sekadar acara seremonial, tapi cerminan rasa syukur, kebersamaan, dan kekuatan gotong royong masyarakat. Tanpa rasa peduli dan kerja sama, acara sebesar ini tak akan mungkin terlaksana. Saya terharu sekaligus bangga karena inilah wajah asli desa kita: kompak, bersatu, dan penuh semangat menjaga tradisi,” tutur Kades dengan penuh makna.Sabtu (05/04/2025)
Lebih lanjut Abah Sya'roni panggilan akrab Kepala Desa Gedangkulut juga menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan dan keadilan dalam kepemimpinan desa.
“Pembangunan desa harus merata. Saya sebagai kepala desa berkomitmen untuk adil kepada seluruh masyarakat. Karena hanya dengan keadilan dan kebersamaan, kemajuan desa dapat dicapai secara menyeluruh."tukasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Rofiq menyampaikan rasa syukurnya atas partisipasi aktif dari masyarakat Dusun Sawahan.
“Kami panitia hanyalah jembatan. Kesuksesan acara ini sepenuhnya adalah hasil dari semangat gotong royong warga. Tradisi ini bukan hanya tentang hasil panen, tetapi tentang rasa syukur, pelestarian budaya, dan kebersamaan. Semoga ini menjadi warisan untuk generasi mendatang,” ujarnya dengan semangat.
Kepala Dusun Sawahan, Shobahul khoir, juga turut memberikan sambutan yang membakar semangat dan menekankan arti penting menjaga tradisi.
“Sedekah bumi bukan hanya tentang adat, ini adalah jembatan spiritual antara kita dengan Tuhan, sekaligus perekat sosial antarwarga. Saya bangga karena warga Dusun Sawahan selalu solid, kompak, dan terus menjaga nilai gotong royong. Mari kita rawat kebersamaan ini, jangan sampai pudar oleh zaman. Karena desa yang kuat lahir dari masyarakat yang bersatu,” ujar beliau disambut tepuk tangan meriah warga.
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh warga khidmat mengikuti tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Modin Desa Gedangkulut, Bapak Sutaji. Doa bersama ini menjadi penanda kekhusyukan warga dalam mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT, sekaligus memohon keberkahan dan keselamatan untuk seluruh masyarakat Dusun Sawahan.
Puncak acara berlangsung meriah dengan pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Puguh Prasetyo, yang sukses memukau penonton hingga larut malam. Alunan gamelan dan kisah pewayangan yang sarat pesan moral semakin menambah kesakralan dan nuansa budaya dalam kegiatan Sedekah Desa ini.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, Dusun Sawahan membuktikan bahwa tradisi dan budaya adalah kekuatan utama dalam membangun desa yang harmonis dan sejahtera.
(Yan/ul)
View
0 Komentar